Audit bocor · angka satu toko, bukan teori

Jualan laris tapi nggak untung? Ini lima tempat duitnya bocor

Omzet naik tapi saldo nggak kerasa itu bukan perasaan. Di satu toko yang gua bongkar, 25,8% omzet hilang sebelum sampai ke rekening, dan tiga produk terlarisnya ternyata dijual rugi. Ini rinciannya, dan cara ngecek toko lu sendiri, gratis.

Toko contoh: kelihatan sehat, tiga produk rugi

Ini angka satu toko Shopee, satu bulan, 12 produk, 313 unit kejual. Angkanya dibikin dari pola laporan Penghasilan asli — fee efektif, voucher toko, ongkir program, retur — jadi bentuknya sama persis kayak toko beneran, cuma namanya bukan nama toko siapa pun.

Yang dilihatAngka
Omzet sebulanRp26.245.000
Kepotong sebelum sampai rekeningRp6.761.250 · 25,8%
Untung bersih rata-rata (modal 60%)sekitar 14% hijau
Produk dijual rugi3 dari 12 rugi
Produk untung tipis2 dari 12 tipis

Rata-ratanya hijau. Kalau lu cuma lihat total di dashboard, toko ini kelihatan aman. Itu persis masalahnya.

Lima tempat duitnya bocor

1. Fee efektif, bukan fee brosur — Rp3.726.790 (14,2%)

Tarif kategori yang tertulis 8%. Yang kepotong beneran 14,2%, karena biaya admin, biaya layanan program, biaya proses pesanan, dan pre-order semuanya nempel di laporan Penghasilan, bukan di halaman tarif. Selisihnya di toko ini sekitar Rp1,6 juta sebulan. Bahasan lengkapnya di fee efektif vs fee brosur.

2. Voucher yang lu tanggung — Rp801.460

Voucher toko, cashback toko, diskon yang lu set sendiri. Pembeli lihat harga coret, lu yang bayar selisihnya. Dashboard nampilin omzet sebelum voucher, jadi angkanya kelihatan lebih gede dari yang beneran masuk.

3. Ongkir yang lu tombokin — Rp1.467.000

Ini yang paling gede setelah fee, dan yang paling jarang dihitung per produk. Ikut program gratis ongkir artinya tiap order ada porsi ongkir yang lu tanggung. Buat produk Rp12.000, ongkir Rp6.000 itu setengah harga jual — dan itu sebelum fee.

4. Retur — Rp766.000

Barang balik, ongkirnya nggak. Satu retur dari produk Rp79.000 bukan cuma kehilangan Rp79.000: ongkir dua arah plus packaging ikut hangus, dan barangnya belum tentu bisa dijual lagi.

5. Iklan per order

Toko contoh ini nggak pasang iklan, jadi nol. Di toko yang pasang, ini sering jadi bocor terbesar: iklan Rp3.000.000 sebulan buat 600 order = Rp5.000 per order. Kalau untung per unit lu Rp4.000, tiap order dari iklan rugi Rp1.000 — dan makin rame iklannya, makin gede ruginya.

Kenapa rata-rata nutupin semuanya

Untung bersih rata-rata toko ini sekitar 14%. Positif. Tapi begitu dibuka per produk:

ProdukHargaBocor dari hargaUntung bersih
Case HP silikonRp25.00049,1%−9,1% rugi
Kabel charger 1 mRp19.00051,4%−11,4% rugi
Gantungan kunci akrilikRp12.00042,2%−2,2% rugi
Masker kain isi 5Rp35.00039,9%0,1% tipis
Kaos polos katun 30sRp79.00032,1%7,9% tipis
7 produk lainRp45.000–285.00017–28%12–22% sehat

Tiga produk termurah itu yang paling rame kejual, dan tiap kejual nambah minus. Tujuh produk sehat yang nutupin. Makin laris yang murah, makin tipis totalnya — dan di dashboard semuanya kelihatan "omzet naik".

Polanya hampir selalu sama: yang rugi itu produk murah, karena ongkir dan biaya tetap porsinya gede dibanding harganya. Dashboard marketplace nggak pernah nunjukin ini, karena dia ngitung per toko, bukan per produk.

Cara ngecek toko lu sendiri, gratis

  1. Buka Seller Centre, ekspor laporan Pesanan satu bulan. Tambahin Penghasilan kalau mau fee-nya nyata, bukan estimasi.
  2. Buka audit bocor gratis, tarik filenya. Nggak perlu daftar. File dibaca di HP lu sendiri, nggak diupload ke mana-mana.
  3. Semenit kemudian keluar angka persisnya: berapa yang kepotong, dari pos apa, dan berapa produk yang bocor.

Belum sempat ekspor? Di halaman yang sama ada hitung kilat 20 detik pakai angka yang udah lu hafal — omzet, seberapa sering ikut promo, modal rata-rata.

Lihat produk mana yang bocor di toko lu

Audit gratis, tanpa daftar, satu file Pesanan. Yang ditampilin: total kepotong, rinciannya per pos, dan berapa produk yang rugi. Nama produknya kebuka di app.

Audit toko gua, gratis

Pertanyaan yang sering muncul

Kenapa omzet naik tapi saldo nggak nambah?

Karena yang masuk rekening itu omzet dikurangi fee efektif, voucher toko, ongkir program, dan retur. Di toko contoh, 25,8% omzet hilang di empat pos itu sebelum sampai ke saldo. Dashboard nampilin omzetnya, bukan sisanya.

Produk apa yang paling sering rugi tanpa ketahuan?

Produk murah yang laris. Ongkir, biaya proses, dan packaging porsinya gede dibanding harga jualnya. Case HP Rp25.000 di toko contoh bocor 49% dari harganya dan rugi 9,1% tiap kejual.

Apa bedanya ngecek per toko sama per produk?

Per toko ngasih rata-rata, dan rata-rata bisa hijau walau tiga produk rugi. Per produk nunjukin mana yang nutupin dan mana yang nyedot. Yang kedua ini yang nentuin harga mana yang harus dinaikin atau produk mana yang harus disetop.

Datanya harus diupload ke mana?

Nggak ke mana-mana. Audit bocor gratis dibaca di browser HP atau laptop lu sendiri. Nama pembeli dan alamat nggak pernah disentuh.

Halaman terkait